Cara Menghilangkan Tahi Lalat Dengan Pepsodent

Cara Menghilangkan Tahi Lalat Dengan Pepsodent

Cara menghilangkan tahi lalat dengan pepsodent telah menjadi metode yang menjadi resep tradisional turun-menurun di berbagai daerah dan bahkan sempat popular dilakukan di Indonesia. Namun apakah cara menghilangkan tahi lalat dengan pepsodent ini efektif dan tepat?. Sebelum itu mari kita ketahui lebih jauh tentang tahi lalat.

Tahi lalat adalah bintik hitam atau hitam kecil, muncul sendiri atau berkelompok dan bisa tumbuh dimana saja di kulit. Terbentuk ketika sel darah putih berlebih terakumulasi di satu tempat, dari mana mereka menghasilkan pigmentasi hitam. Kebanyakan tahi lalat muncul dari masa kanak-kanak, lama kelamaan mereka bisa hilang, tetap utuh atau menjadi lebih besar, lebih gelap dari sebelumnya. Kebanyakan orang merasa terganggu dengan adanya tahi lalat terutama di area-area yang mudah terlihat sehingga berusaha mencari berbagai cara untuk menghilangkannya.

cara menghilangkan tahi lalat mati dengan pasta gigi kemungkinan dapat dilakukan namun jika tahi lalat terletak jauh dibawah kulit maka penggunaan pasta gigi saja mungkin akan mengurangi namun tidak menghilangkan. Selain itu belum ada studi lebih lanjut yang membuktikan bahwa Cara menghilangkan tahi lalat dengan pepsodent terbukti.

Cara terbaik untuk mengobati tahi lalat adalah pergi ke dokter kulit dan berbicara dengan dokter tentang perawatan yang paling tepat. Secara medis menghilangkan tahi lalat bisa dilakukan melalui beberapa prosedur misalnya :

  1. Membekukan tahi lalat menggunakan nitrogen cair
  2. Membakar tahi lalat menggunakan cauter
  3. Proses pembedahan.

Jenis Tahi Lalat Dan Cara Menghilangkannya

Ada beberapa jenis tahi lalat yang bisa terbentuk diantaranya sebagai berikut :

  1. Tahi lalat kongenital

Jeni tahi lalat ini lebih sering disebut sebagai tanda lahir. Tahi lalat kongenital memiliki ukuran, bentuk dan warna yang berbeda-beda. Secara umum, tahi laat ini kecil, berbentuk bulat, bisa rata dengan kulit atau sedikit timbul, dan warnanya bisa hitam, cokelat muda dan tua, serta merah. Bila ukuran tahi lalat besar, risikonya lebih tinggi untuk berubah menjadi tahi lalat yang berbahaya saat dewasa. Karena itu, perubahan ukuran, bentuk, dan warna pada tanda lahir berukuran besar, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

  1. Tahi lalat biasa

Kebanyakan orang yang memiliki warna kulit terang dapat memiliki sampai 40 tahi lalat biasa diseluruh tubuhnya. Tahi lalat iini muncul setelah lahir hingga berusia 20an. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  1. Berbentuk bulat atau oval
  2. Rata atau sedikit timbul dari permukaan kulit
  3. Permukaan tahi lalat bisa halus atau kasar, dan kadang ditumbuhi rambut
  4. Ukuran kecil dan tidak berubah
  5. Terdiri dari satu warna saja, bisa hitam, cokelat, merah, merah muda dan kebiruan.

Perlu diketahui bahwa orang yang memiliki lebih dari 50 tahi lalat normal dapat dikatakan memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena kanker kulit.

  1. Tahi lalat atipikal

Tahi lalat atipikal memiliki penampakan yang dianggap lebih buruk dan berbeda dari tahi lalat biasa. Tahi lalat atipikal memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Memiliki bentuk tidak beraturan
  2. Memiliki permukaan yang kasar
  3. Memiliki ukukran besar yang umumnya lebih dari 6mm
  4. Memiliki warna campuran, biasanya cokelat dan merah.

Meski jarang muncul di wajah, orang yang memiliki tahi lalat atipikal lebih dari 4 buah di tubuhnya meningkatkan factor risiko kanker kulit melanoma.

Untuk membedakan tahi lalat normal dengan tahi lalat yang berbahaya dapat digunakan prinsip ABCDE sebagai berikut :

  1. Asymmetry

Tahi lalat berbahaya akan memiliki bentuk tidak simetris.

  1. Border

Tahi lalat yang berbahaya mempunyai tepi yang tidak jelas dan tidak beraturan di kulit.

  1. Color

Tahi lalat berbahaya tidak hanya satu warna, biasanya bercampur antara cokelat, hitam, merah dan bahkan putih.

  1. Diameter

Ukuran tahi lalat yang berbahaya biasaya lebih besar dari 0,5cm.

  1. Evolution

Tahi lalat mengalami perubahan bentuk, ukuran dan warna.

Lakukan konsultasi ke dokter bila gejala di atas terjadi pada tahi lalat anda.

Cara Menghilangkan Tahi Lalat Dengan Kapur Sirih

Cara menghilangkan tahi lalat dengan kapur sirih dapat dilakukan dengan :

  1. Ambil sedikit kapur sirih dan sabun colek kedalam piring, lalu aduk merata.
  2. Gunakan cotton bud atau tusuk gigi untuk mengoleskan campuran tadi ke atas tahi lalat dan ratakan.
  3. Tunggu sampai kering dan biarkan selama 1 jam hingga muncul sensansi perih
  4. Sensasi perih tersebut menandakan akar-akar terangkat dan mati.
  5. Lakukan secara rutin, sabar dan ulet sampai tahi lalat terlepas dengan sendirinya.

Metode tersebut hanya berlaku untuk tahi lalat kering saja. Perlu diketahui juga bahwa menurut  penjelasan dokter, kapur sirih dan sabun colek hanya bisa bekerja pada tahi lalat menonjol yang sifatnya epidermal atau dangkal, sedangkan untuk jenis tahi lalat yang rata dengan kulit perlu penanganan berbeda.

Cara Menghilangkan Tahi Lalat Dengan Lidah Buaya

Cara menghilangkan tahi lalat dengan lidah buaya dapat dilakukan dengan mengoleskan gel lidah buaya ke bagian tahi lalat yang ingin dihilangkan secara rutin. Sebelum menggunakan lidah buaya pastikan bahwa kulit tidak memiliki alergi terhadap lidah buaya. Meski banyak klaim terkait penggunaan metode ini namun perlu dicacat bahwa sampai saat ini belum ada uji klinis yang memadai yang menyatakan bahwa lidah buaya dapat menghilangkan tahi lalat secara permanen.

Baca Juga >>  4 Cara Merawat Wajah Agar Tidak Kelihatan Tua <<<

Penutup

Itu tadi artikel tipshidup tentang cara menghilangkan tahi lalat dengan pepsodent, cara menghilangkan tahi lalat dengan kapur sirih, serta cara menghilangkan tahi lalat dengan lidah buaya. Sampai jumpa lagi di artikel kami selanjutnya.

 

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.