close

5 Hal Yang Wajib Diketahui Tentang Peta Polygon

Peta Polygon

Peta polygon kerap kali dibutuhkan untuk berbagai keperluan pengajuan izin kelengkapan usaha ataupun berbagai tujuan lainnya.

Pada kesempatan kali ini tipsilmu akan membahas tentang apa yang dimaksud peta polygon dan berbagai informasi yang terkait lainnya.

Apa Itu Peta Polygon?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang peta polygon, mari kita simak terlebih dahulu apa sebenarnya peta polygon itu

Peta polygon adalah objek data yang digunakan untuk menyimpan informasi geografis spasial yang terdiri dari polygon dengan kata lain yaitu suatu peta area beserta batas-batas yang membentuk area tersebut.

Peta polygon berisi batas-batas fitur homogen serta karakteristik yang terkait dengan fitur-fitur yang mengidentifikasi informasi khusus terkait lahan

Contoh Peta Polygon

Contoh nyata peta polygon adalah peta tanah yang menggambarkan karakteristik batas jenis tanah. Informasi yang dapat diperoleh dari peta tanah tersebut adalah :

  1. Area yang memiliki lahan tidak stabil untuk konstruksi
  2. Area yang mungkin berada di dalam dataran banjir
  3. Area lahan basah
  4. Area dengan potensi produktivitas tinggi untuk pertanian
  5. …Dll

Area dapat dikodifikasikan oleh ID, nama atau nilai sesuai domain peta. Hubungan antar poligon dalam peta dan posisinya di bumi ditentukan oleh sistem koordinat yang digunakan peta.

Pemetaan poligon adalah tampilan kartografi poligon yang dapat berbentuk teratur atau tidak beraturan beserta atributnya.

Biasanya mencakup bayangan, simbologi dan pelabelan numerik, serta fungsi peta lainnya untuk menghasilkan pelabelan alfanumerik poligon.

Apa Saja Tools Yang Dibutuhkan Untuk Menggambar Polygon?

Membuat peta polygon membutuhkan berbagai perangkat baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), berikut penjabarannya :

  1. Dekstop GIS : pada umumnya desktop GIS telah dilengkapi alat menggambar poligon standar dan beberapa platform populer yang dapat digunakan secara gratis (misalnya QGIS).
  2. Aplikasi GIS (Geographic Information System) Online : seperti misalnya Google My Maps dan ArcGIS Online yang pada dasarnya adalah versi desktop GIS yang lebih simple
  3. Aplikasi Pintar Lainnya : Ada berbagai macam aplikasi perangkat pintar untuk menggambar poligon di lapangan; beberapa diantaranya telah tersinkronisasi dengan sistem GIS pusat (misalnya Survey123 with ArcGIS, dan QField with QGIS) dan berbagai aplikasi independent lainnya yang dikembangkan untuk tujuan pengumpulan data lapangan.
  4. Perangkat GPS khusus : Ada beberapa manfaat memilih perangkat khusus untuk berjalan di perbatasan, beberapa diantaranya ada yang dirancang khusus untuk pengukuran lapangan, sehingga alat-alat tersebut memiliki baterai yang baik dan tahan lama
  5. Aplikasi smartphone lain : Karena sebagian besar perangkat pintar mengaktifkan GPS, penggunaan perangkat pintar untuk mengumpulkan data lokasi telah menjamur.
  6. Aplikasi untuk dekompresi file archieve
  7. Converter KML to SHP

Syarat-Syarat Untuk Mengumpulkan Data Poligon

Menurut Guidance on the collection of polygon location data for sustainability systems yang dibuat oleh iseal alliance syarat untuk mengumpulkan data polygon adalah :

  1. Tujuan dan strategi yang jelas terkait bagaimana data poligon akan digunakan.
  2. Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk mengelola dan menganalisis data. Ada berbagai jenis GIS baik yang gratis ataupun berbayar, seperti misalnya : ArcGIS, QGIS, Google Earth Pro, ILWIS dan Maptitude
  3. Setidaknya satu orang dalam organisasi telah berpengalaman dan menguasai penggunaan GIS.
  4. Titik lokasi untuk termasuk koordinat lintang dan bujur dan alamat harus sudah dicatat dan dipetakan pada GIS Anda.

Bagaimana Membuat Peta Polygon?

Sebuah peta poligon dapat dibuat dengan cara :

  1. Membuat peta dasar : dapat dilakukan dengan mengunduh peta dasar, selanjutny anda dapat membuka aplikasi GIS, membuat project baru dan mengimpor peta dasar ke dalam project
  2. Membuat penanda lokasi : dapat dilakukan dengan membuka aplikasi google earth, kemudian membuat project baru, selanjutnya membuat penanda lokasi, serta diakhiri dengan mengekspor penanda lokasi
  3. Memasukan penanda lokasi ke dalam peta : pada proses ini kemudian dapat diakhiri dengan mengkonversi file KML ke dalam bentu SHP

Lebih jauh mengenai proses pembuatan peta polygon dapat anda baca di berbagai buku khusus tentang pembuatan peta polygon.

Baca Juga >>>  Ini Dia 6 Ciri – Ciri Tas Aldo Original !!! <<<

Penutup

Demikian artikel tipsilmu tentang Peta polygon dan berbagai informasi terkait lainnya. Semoga dapat menambah ilmu anda terutama terkait ilmu alam. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *